Home Tentang Kita Artikel Hot News Link
Jumat, 19 Januari 2018  
 Sumber informasi Aktifis Pemuda Kristen
 
print
lihat komentar
kirim komentar
kirim ke teman
 
The Old Rugged Cross

 

Words: George Bennard, 1913  

Music: George Bennard, 1913

On a hill far away stood an old rugged cross, 
The emblem of suffering and shame;
And I love that old cross where the dearest and
best For a world of lost sinners was slain.
Refrain:
So I’ll cherish the old rugged cross,
Till my trophies at last I lay down;
I will cling to the old rugged cross,
And exchange it some day for a crown.

O that old rugged cross, so despised by the world,
Has a wondrous attraction for me;
For the dear Lamb of God
left His glory above To bear it to dark Calvary.








Refrain
In that old rugged cross, stained with blood so divine, 
A wondrous beauty I see, For ’twas on that old cross Jesus suffered and died,
To pardon and sanctify me.

Refrain
To the old rugged cross I will ever be true; 
Its shame and reproach gladly bear;
Then He’ll call me some day to my home far away, Where His glory forever I’ll share.
Refrain 

Lagu pujian yang paling popular sepanjang abad ke-21, bukanlah sebuah lagu lama. Lagu ini sebenarnya sebuah lagu baru, ditulis dan dikomposisikan oleh Pdt. George Bennard. Dia dilahirkan di Youngstown, Ohio, dan orangtuanya pindah ke Albia, Iowa, ketika dia masih bayi. Beberapa tahun kemudian mereka pindah lagi, dan akhirnya menetap beberapa tahun di Lucas, Iowa, tempat di mana George muda mengalami kelahiran barunya. Ketika ayahnya meninggal pada saat usianya 16 tahun, dia menjadi satu-satunya pendukung mama dan 4 saudara wanitanya. Hal inilah yang menjadi sebab dia tidak bisa mengecap pendidikan yang dia inginkan untuk mempersiapkan pelayanannya.

Kesuksesan yang akhirnya dialami di masa selanjutnya menjadi sedemikian mengagumkan, karena pergumulan-pergumulan yang dialaminya di masa mudanya ini. Keluarga tersebut pindah ke Illinois beberapa tahun kemudian. Di sana akhirnya pemuda ini menikah. Dia dan istrinya kemudian mengikuti pelatihan dan melayani untuk sementara waktu sebagai pegawai di Bala Keselamatan, lalu kemudian bergabung dengan Gereja Methodist. Pada saat bersamaan, teman-temannya mendorongnya untuk mengembangkan talenta musiknya dan memberikan bantuan agar hal tersebut terwujud.

Selama tahun-tahun awal pelayanannya, dia berdoa untuk mendapatkan 'pengertian sepenuhnya mengenai Salib dan rencananya bagi keKristenan.' Dia menghabiskan waktu cukup banyak untuk belajar, berdoa dan merenungkan hal tersebut, hingga akhirnya dia dapat berkata, “Saya melihat Kristus yang disalibkan itu seperti melihat Yohanes 3:16 keluar dari kertas Alkitab, mengambil bentuk dan melakukan arti dari keselamatan sesungguhnya.” Selama waktu inilah tema dari lagunya yang paling berhasil datang kepadanya. Dia berkeinginan untuk melakukan sesuatu terhadap hal ini, tetapi dihalangi sesuatu dari dalam dirinya yang berkata, “Tunggu!” 

Kampanye kebangunan rohani di Michigan dan New York menghalanginya untuk mengerjakan lagu yang ingin ditulisnya ini. Tetapi setelah kepulangannya ke Michigan, dia melewati suatu pengalaman yang dia alami sendiri, ketika dia merasa mengerti perkataan dari Paulus, “Persekutuan dalam penderitaan-Nya.” Perasaan pribadi bercampur keberhasilan kebangunan rohani, membuatnya dapat berkonsentrasi lebih dari sebelumnya. Lagu tersebut seperti datang kepadanya, tanpa terlalu banyak diperlukan usaha pribadinya.

Lagu ini disempurnakan di Pokagon, Michigan, ketika dia sedang berada di sana dalam rangka sebuah seri pelayanan. Orang pertama yang mendengarkan lagu ini adalah penjamunya, Pdt. L. O. Bostwick, dan istrinya, di dapur mereka. George memainkannya dengan gitar kesayangannya. Ketika dia selesai menyanyikannya, pendeta tersebut mengatakan pada tamunya, “Tuhan telah memberikan kepadamu sebuah lagu yang tidak akan pernah mati. Lagu ini telah menggerakkan kami melebihi lagu manapun yang pernah kami dengarkan.” Mereka kemudian meminta ijin untuk membuat cetakannya. 

Pada malam bulan Juni tanggal 7 tahun 1913, Pendeta Bernnard memperkenalkan lagu ini di sebuah gereja lokal dan kemudian dinyanyikan oleh sebuah koor kecil berisi 5 suara. 'Old Rugged Cross Day' kemudian diperingati secara turun-temurun di tempat ini, dan nama-nama orang yang pertama kali menyanyikannya diukir pada sebuah batu dekat gereja tersebut.

Lagu ini kemudian tersebar dan menjadi populer, melalui sebuah konferensi Kristen di Chicago. Seorang penulis lagu terkenal, Charles H. Gabriel, menerima kiriman lagu ini. Ia kemudian menuliskan sebuah kalimat pesan profetik, “Anda akan mendengarkan kelanjutan dari lagu ini.” Paulus telah menuliskan “Allah melarang aku untuk bermegah, diselamatkan dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus” (Galatia 6:14). Kalimat inilah yang menginspirasikan seorang pengarang lain, John Bowring menuliskan kalimat-kalimat dalam lagu “In the Cross of Christ I Glory.” Dari tengah malam kemelaratan, sakit, dan doa, George Bennard telah bernyanyi sekuat tenaganya dan lagunya terus bertambah popular sepanjang waktu.

Sebuah salib kayu sepanjang 12 kaki, berdiri di pinggiran jalan dekat Reed City, Michigan, untuk menghormati pengarang ini. Di atasnya terukir kalimat 'Old Rugged Cross.' Sebuah tanda yang mengingatkan setiap orang yang lewat bahwa inilah rumah dari Pdt. George Bennard. Lagu yang dinyanyikan Paulus dan Silas pada saat tengah malam terjadinya gempa di penjara Filipi. Lagu ini dinyanyikan George Bennard dari tengah pergumulan jiwanya dan telah menyebabkan kebangunan spiritual dalam banyak hati dan mengembalikan ratusan bahkan ribuan orang kepada salib yang menjadi tema lagu yang begitu indah dan tepat dinyanyikannya.

“Tuhan ajarkan kami melihat salib-Mu dan bergumul untuk mengerti mengapa salib-Mu begitu meresahkan hati kami. Ajarkan kami mengerti makna salib dan pengorbanan-Mu bagi kami, agar di tengah kesulitan hidup, kami bisa mengerti keselamatan yang Engkau berikan”

Diterjemahkan dari Living Stories of Famous Hymns



Buku Tamu
Beritahu Teman
 
PENGAJARAN
ROHANI UMUM
KESAKSIAN
MUSIK LAGU

Amazing Love, How Can It Be

Christ The Lord Is Risen Today

When I Survey The Wondrous Cross

Go Tell It On The Mountain

Angels, From The Realms Of Glory

Isaac Watts

Frances (fanny) Jane Crosby

All Hail The Power Of Jesus’ Name

The Old Rugged Cross

Christianity And Music

Amazing Grace

Great Is Thy Faithfulness

Onward, Christian Soldiers

I Am Thine, O Lord (Draw Me Nearer)

Abide With Me

Hymn Trivia

Away In A Manger

What Child Is This

O Come, O Come, Emmanuel

It Came Upon The Midnight Clear

O Holy Night

A Mighty Fortress Is Our God

Near To The Heart Of God

SHARING BUKU
PI
SEKOLAH MINGGU
PERSEKUTUAN
 
NEWSLETTER

Dapatkan berita terbaru dari kami. Masukkan alamat email anda:

 
SEARCH

 Copyright © 2006 pemudakristen.com. All Rights Reserved. Development by Proweb Indonesia