Home Tentang Kita Artikel Hot News Link
Selasa, 19 Juni 2018  
 Sumber informasi Aktifis Pemuda Kristen
 
print
lihat komentar
kirim komentar
kirim ke teman
 
Sharing Buku : Pembuktian Atas Kebenaran Kristus

Lee Strobel

Lee Strobel adalah seorang reporter Chicago Tribune, pemenang penghargaan dan seorang yang secara terbuka mengaku ateis saat pertama kali menginvestigasi kisah terbesar di antara segalanya, yaitu Injil Yesus Kristus. Kini dalam The Case for Christ (Pembuktian atas Kebenaran Kristus), ia mempersembahkan bukti memikat dan kesaksian ahli atas pernyataan-pernyataan Kekristenan. Sebagai seorang jurnalis berpengalaman dengan latar belakang pendidikan hukum dari Yale, Strobel secara sistematis mencari dan menemukan bukti-bukti serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang gamblang dan sulit yang akan ingin Anda ajukan juga; pertanyaan-pertanyaan yang akan menimbulkan atau menghancurkan iman Kristen. Ia menolak jawaban-jawaban yang terencana dan terlalu disederhanakan. Sebaliknya, ia menyatukan potongan-potongan fakta yang sukar melalui wawancara dengan selusin sarjana terbaik Amerika.


MEMERIKSA CATATAN

Bab 1 Bukti Saksi Mata
Apakah biografi-biografi Yesus dapat dipercaya?

 
Apakah kita memiliki kesaksian yang secara pribadi berinteraksi dengan Yesus, yang mendengarkan ajaran-ajaran-Nya, yang melihat mujizat-mujizat-Nya, yang menyaksikan kematian-Nya, dan bahkan mungkin, yang berjumpa dengan-Nya setelah apa yang diduga keras sebagai kebangkitan-Nya? Apakah kita memiliki catatan dari para 'jurnalis' abad pertama yang mewawancarai saksi-saksi mata, mengajukan pertanyaan-pertanyaan sukar, dan dengan tepat mencatat apa yang secara sangat teliti mereka putuskan benar?
Apakah mungkin seseorang yang pandai dan berpikir kritis tetap percaya bahwa keempat Injil memang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes? Apakah mungkin ada yang berbohong dengan mengatakan bahwa Matius, Markus dan Lukas menulis Injil, padahal sebenarnya ketiganya tidak menulis Injil? Apakah bukti bahwa Markus, Matius dan Lukas adalah benar-benar yang menulis Injil?
Terdapat beberapa perbedaan teologis dalam Injil Yohanes, apakah itu suatu kontradiksi? Yohanes membuat pernyataan-pernyataan tentang Yesus sebagai Tuhan, yang ternyata ia menulisnya lebih belakangan daripada yang lain. Apakah tema ketuhanan ini dapat ditemukan di dalam Injil yang lain? Yohanes menulis dengan suatu kecenderungan teologis yang lebih besar, berarti ada kemungkinan material historisnya telah dicemari dan dengan demikian menjadi kurang dapat dipercaya. Benarkah demikian?

Apakah mungkin karena agenda teologis mereka didorong untuk mengubah dan memutarbalikkan sejarah yang mereka catat?

Seberapa awal kita dapat memberi tanggal pada kepercayaan-kepercayaan mendasar mengenai pendamaian Yesus, kebangkitan-Nya, dan hubungan-Nya yang unik dengan Tuhan?


Bab 2 Menguji Bukti Saksi Mata
Apakah biografi-biografi Yesus dapat bertahan menghadapi penelitian yang seksama?

Apakah para penulis abad pertama ini tertarik untuk mencatat apa yang sebenarnya terjadi? Jika memang para penulis bermaksud mencatat sejarah yang dapat diandalkan, apakah mereka mampu melakukannya? Bagaimana kita dapat menjadi yakin bahwa material mengenai kehidupan dan ajaran-ajaran Yesus telah dipelihara dengan baik selama tigapuluh tahun, sebelum akhirnya dituliskan dalam keempat Injil? Bukankah memori-memori yang cacat, impian, khayalan, dan berkembangnya legenda akan secara tak dapat diperbaiki mencemari tradisi Yesus sebelum penulisan Injil-injil?

Adakah bukti suatu ketidakjujuran atau imoralitas yang mungkin menodai kemampuan atau kemauan mereka untuk menyampaikan sejarah secara akurat?

Bagaimana dengan hal-hal yang kontradiksi antara Injil yang satu dengan yang lainnya? Dan jika memang ada hal-hal yang kontradiksi, bagaimana seseorang dapat mempercayai apa yang mereka katakan?

Apakah mereka memiliki kepentingan pribadi untuk menyimpangkan material yang mereka laporkan? Apakah penulis Injil menyembunyikan material yang memalukan untuk membuat diri mereka sendiri kelihatan baik?

Ketika Injil-injil menyebutkan orang-orang, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa, apakah hal-hal tersebut dapat diverifikasi secara independen?

Apakah ada orang-orang yang akan menentang atau mengoreksi Injil-injil jika keempatnya telah diubah atau salah?

Bab 3 Bukti Dokumenter
Apakah biografi-biografi Yesus dipelihara bagi kita secara dapat dipercaya?

Saat ini tidak ada naskah asli Perjanjian Baru yang bertahan, semua yang kita miliki sekarang merupakan salinan-salinan. Bagaimana kita dapat yakin bahwa teks-teks Perjanjian Baru yang kita baca saat ini memiliki keserupaan dengan apa yang pada mulanya ditulis pada abad pertama?

Bagaimana dengan pendapat bahwa dewan-dewan gereja membungkamkan dokumen-dokumen yang sama sahnya karena mereka tidak menyukai gambaran Yesus yang dilukiskan di dokumen tersebut?
 
Mengapa kitab-kitab kuno lainnya, seperti: Injil Tomas, Injil Filipus, Injil orang-orang Mesir, Injil kebenaran, Injil kelahiran Maria, tidak dimasukkan?

Bab 4  Bukti Yang Mengkoroborasi
Adakah bukti-bukti tentang Yesus yang dapat dipercaya selain Alkitab?

Adakah tulisan-tulisan di luar keempat Injil yang meneguhkan hal-hal penting mengenai Yesus dan kekristenan mula-mula?

Jika Yesus benar-benar ada, maka Josephus (seorang sejarahwan Yahudi abad pertama) seharusnya menulis banyak hal mengenai Yesus. Mengapa ia tidak banyak menulis tentang Yesus?

Bumi menjadi gelap pada waktu Yesus tergantung di atas kayu salib.  Andaikata kegelapan telah menyelimuti bumi, bukankah seharusnya akan ada penyebutan hal ini selain dari Alkitab?

Perjanjian Baru menggambarkan Pilatus sebagai seorang orang yang terombang-ambing, sementara laporan historis lainnya menggambarkan Pilatus sebagai  seorang yang tegar dan tidak fleksibel. Bukankah ini suatu kontradiksi antara Alkitab dan sejarahwan sekuler?

Bab 5 Bukti Ilmiah
Apakah arkeologi menegaskan atau menentang biografi-biografi Yesus di Alkitab?

Ratusan penemuan arkeologis abad pertama telah digali. Apakah hal ini melemahkan atau meneguhkan kisah saksi mata mengenai  Yesus?

Kisah kelahiran Yesus menyatakan bahwa Maria dan Yusuf harus kembali ke kampung halamannya di Betlehem karena akan diadakan sensus.  Adakah bukti arkeologi yang menunjukkan bahwa sensus itu pernah terjadi?

Lukas berkata bahwa sensus yang membawa Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem dilangsungkan ketika Kirenius menjadi wali negeri di Siria dan selama pemerintahan Herodes Agung. Herodes meninggal tahun 4 SM dan Kirenius memerintah Siria setelah tahun 6 M. Bagaimana ketidaksesuaian tahun-tahun ini dijelaskan?

Menurut Injil, Yesus menghabiskan waktu kecil-Nya di Nasaret. Tetapi Paulus, Talmud yang menyebutkan 63 kota Galilea, Josephus yang mendaftarkan 45 desa dan kota Galilea lainnya, tidak pernah menyebutkan nama Nasaret. Adakah penegasan arkeologis bahwa Nasaret ada selama abad pertama?

Injil Matius menceritakan Herodes menyuruh pasukannya membunuh semua anak berusia di bawah 2 tahun pada saat kelahiran Yesus. Tentunya peristiwa besar ini akan diperhatikan oleh orang lain juga, selain Matius. Tetapi tidak ada penemuan arkeologis atau historis yang mendukung hal ini, bukankah itu berarti bahwa pembantaian ini tidak pernah terjadi?

Bab 6 Bukti Bantahan
Apakah Yesus yang historis sama dengan Yesus yang diimani?

The Jesus Seminar menyimpulkan Yesus tidak mengatakan  82% dari apa yang menurut Injil-injil dikatakan oleh-Nya, 18% dianggap agak meragukan, 2% perkataan Yesus yakin ditetapkan dengan otentik. The Jesus Seminar juga menambah keempat Injil dengan Injil Tomas.  Apakah riset yang dilakukan The Jesus Seminar dapat dipercaya?

The Jesus Seminar meminta bukti yang tegas bahwa perkataan Yesus yang ditulis di dalam Alkibab benar-benar memang diucapkan Yesus. Bagaimana menjawab hal ini?

Pada kisah Apollonius dari Tyana diceritakan ada seseorang dari abad pertama yang dikatakan telah menyembuhkan orang-orang dan mengusir setan-setan, yang mungkin membangkitkan seorang gadis kecil dari kematian, dan yang menampakkan diri ke beberapa orang pengikutnya setelah mati. Jika kita mengakui bahwa kisah Apollonius adalah suatu kisah legenda, mengapa kita tidak mengatakan hal yang sama tentang kisah Yesus?

Agama-agama misteri kuno juga menyebutkan kisah-kisah tentang tuhan-tuhan yang mati dan bangkit, kemudian ritual baptisan dan komuni. Bukankah itu berarti kekristenan hanya meniru agama-agama kuno?

Ada Injil Tomas, Markus Rahasia, Injil Salib dan Q. Apakah penemuan-penemuan baru ini mengubah cara kita seharusnya berpikir tentang Yesus?


MENGANALISA YESUS

Bab 7 Bukti Identitas

Apakah Yesus benar-benar yakin bahwa Ia adalah Anak Allah?

Tanpa berdialog dengan Yesus, bagaimana mungkin kita dapat menyelidiki ke dalam pikiran-Nya untuk menentukan apa saja motivasi, maksud, dan pemahaman diri-Nya? Bagaimana kita tahu sebagai siapa Ia menganggap diri-Nya dan apa yang Ia pahami sebagai misi-Nya?

Yesus sedikit misterius tentang identitas-Nya. Ia kelihatan menghindar dari pernyataan diri-Nya sebagai Mesias atau Anak Allah secara blak-blakan. Apakah itu karena Ia tidak berpikir bahwa Dia Mesias atau Anak Allah, atau karena Ia memiliki alasan-alasan lain?

Ada yang berpendapat bahwa Yesus tidak pernah berpikir diri-Nya Tuhan yang berinkarnasi atau Mesias. Konsep ini menurut mereka berkembang kemudian dan dituliskan dalam keempat Injil agar terlihat bahwa Yesus membuat penyataan-pernyataan ini tentang diri-Nya. Benarkah hal ini?

Bab 8 Bukti Psikologis
Apakah Yesus gila ketika Ia menyatakan diri sebagai Anak Allah?

Di tempat lembaga mental seperti rumah sakit jiwa
, kadang ditemukan beberapa orang yang menyatakan bahwa dirinya Tuhan. Kita akan mengatakan bahwa mereka tidak waras.

Dalam bab 7 telah diberikan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa dalam material paling awal tentang Yesus menunjukkan bahwa Ia menyatakan diri sebagai Tuhan yang berinkarnasi. Secara wajar itu memunculkan pertanyaan apakah Yesus gila ketika Ia membuat pernyataan-pernyataan itu
?

Yohanes 10:20 memberi tahu kita bahwa banyak orang Yahudi berpikir bahwa Yesus 'kerasukan setan dan gila'.  Apakah Yesus gila?

Bab 9 Bukti Profil
Apakah Yesus memiliki sifat-sifat Tuhan?

Perjanjian Lama memberikan banyak detil tentang Tuhan. Tuhan digambarkan
Pencipta, Mahahadir, Mahatahu, Mahakuasa, memiliki segala sesuatu, kekal, tidak berubah. Apakah Yesus memiliki sifat-sifat ini?

Bagaimana Yesus bisa
Mahahadir jika Ia tidak dapat berada di dua tempat yang bersamaan? Bagaimana Ia bisa Mahatahu, jika Ia berkata, "Bahkan Anak Manusia pun tidak tahu jamnya Ia datang kembali"?
Bagaimana Ia bisa
Mahakuasa, sedangkan Injil dengan terus-terang memberitahu kita bahwa Ia tidak mampu mengadakan mujizat di kampung halaman-Nya?

Kolose 1:15 mengatakan bahwa
Ia adalah 'yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan'. Bukankah itu berarti Yesus diciptakan, berlawanan dengan keberadaan sebagai Pencipta?

Bab 10 Bukti Sidik Jari
Apakah Yesus - dan hanya Yesus sendiri - sesuai dengan identitas Sang Mesias?

Dalam Perjanjian Lama terdapat banyak nubuat besar tentang kedatangan Sang Mesias, yang akan diutus Tuhan untuk menebus umat
-Nya. Apakah Yesus benar-benar Sang Mesias? Apakah ia memenuhi prediksi-prediksi yang telah dituliskan ratusan tahun yang lalu sebelum Ia dilahirkan?

Bagaimana kita mengetahui bahwa Ia adalah satu-satunya individu sepanjang sejarah yang cocok dengan nubuatan yang telah dituliskan? Mungkinkah para penulis Injil menjalin detil-detil untuk membuat seolah-olah Yesus menggenapi nubuat-nubuat Perjanjian Lama?


MEMERIKSA KEBANGKITAN

Bab 11 Bukti Medis

Apakah kematian Yesus merupakan suatu kepura-puraan dan kebangkitan-Nya merupakan suatu muslihat?

Pada abad ketujuh
, muncul gagasan bahwa Yesus tidak pernah benar-benar mati di atas kayu salib. Gagasan ini mengatakan bahwa Yesus sebenarnya melarikan diri ke India. Sampai saat ini terdapat sebuah tempat keramat yang diduga tempat makam Yesus di Srinagar Kashmir.

Pada abad ke
-19, ada yang berpendapat bahwa Yesus hanya pingsan karena kepayahan di atas kayu salib, atau Ia telah diberi suatu obat yang membuat-Nya kelihatan mati, dan bahwa selanjutnya Ia dihidupkan kembali oleh udara kubur yang sejuk dan lembab.

Pada tahun 1982, ada yang mengatakan bahwa Pontius Pilatus disuap untuk mengijinkan Yesus diturunkan dari salib sebelum Ia mati.

Apa yang sebenarnya terjadi saat penyaliban? Apa penyebab kematian Yesus? Adakah cara yang mungkin bagi-Nya untuk bertahan hidup dari siksaan ini?

Bab 12 Bukti Jenazah yang Hilang
Apakah jenazah Yesus benar-benar  tidak ada dalam kubur-Nya?

Injil-injil mengatakan bahwa jenazah Yesus diserahkan kepada Yusuf dari Arimatea, anggota dari dewan tertinggi
, Sanhedrin, yang bersepakat untuk menghukum mati Yesus. Itu agak tidak masuk akal, bukan?

Seberapa ketatkah perlindungan atas kubur Yesus?

Selama bertahun-tahun, para kritikus kekristenan telah menyerang kubur yang kosong dengan menunjuk berbagai ketidaksesuaian yang nyata di antara laporan-laporan dalam Injil. Berdasarkan hal ini, bagaimana mungkin kita dapat mempercayai kisah kubur kosong?

Yesus mengatakan dalam Matius 12:40,
"Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan 3 hari 3 malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi 3 hari 3 malam". Bagaimanapun juga Injil-injil melaporkan bahwa Yesus mati hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu. Bukankah ini berarti Yesus salah dalam menggenapi nubuat-Nya?

Satu argumen yang besar yang menentang kubur kosong adalah tidak seorangpun murid atau pengkhotbah Kristen selanjutnya yang bersusah
-payah menjelaskan hal ini. Apakah hal ini benar?

Ada yang berpendapat bahwa para wanita yang bersaksi tentang kebangkitan pergi ke kubur yang salah. Kemudian pengurus di sebuah kubur memberitahu mereka
, "Kalian mencari Yesus dari Nasaret? Ia tidak di sini". Bukankah ini merupakan penjelasan yang masuk akal?

Bab 13 Bukti Penampakan Diri
Apakah Yesus terlihat keadaan hidup setelah kematian-Nya di atas salib?

Tidakkah benar bahwa sama sekali tidak ada saksi mata atas kebangkitan Yesus?

Kapan kepercayaan mengenai kebangkitan Yesus berawal?

Pernyataan kepercayaan dalam 1 Korintus 15 adalah satu-satunya dimana dinyatakan bahwa Yesus menampakkan diri kepada 500 orang sekaligus. Keempat Injil tidak menyatakan hal ini. Jika ini benar-benar terjadi, mengapa tidak seorang lain pun berbicara mengenai hal ini?

Injil yang paling awal
, yaitu Markus, tidak melaporkan satu penampakan pun setelah kebangkitan. Apakah penampakan benar-benar terjadi?

Markus tidak mencatat penampakan, Matius beberapa, Lukas lebih banyak dan Yohanes paling banyak. Bukankah ini menunjukkan bahwa penampakan-penampakan ini hanya sekedar legenda yang berkembang seiring berlalunya waktu?

Mungkinkah saksi mata penampakan hanya melihat halusinasi bahwa mereka berhadapan dengan Yesus, padahal sebenarnya tidak?

Bab 14 Bukti Tidak Langsung
Adalah fakta-fakta pendukung yang menunjuk pada kebangkitan?

Setelah mempertimbangkan bukti meyakinkan tentang kubur yang kosong, dan laporan-laporan saksi mata tentang Yesus yang bangkit, kini tiba saatnya mencari bukti tidak langsung yang mungkin menguatkan pembuktian kebenaran kebangkitan. Jika sebuah peristiwa seluar biasa kebangkitan Yesus telah terjadi, di sana-sini dalam sejarah akan terdapat bukti tidak langsung yang mendukungnya. Adakah bukti tidak langsung yang meyakinkan bahwa Yesus bangkit dari kematian?


Buku yang cemerlang dan tajam tentang pencarian kebenaran figur sejarah yang paling memikat yang akan membuat kita terpaku. Dengan kegigihan yang tak kenal menyerah, Lee Strobel menyelidiki bukti bagi kebenaran kekristenan Alkitabiah. Orang-orang percaya dan orang yang belum percaya akan belajar dari buku ini.

Lee Strobel, bergelar Master Studi Hukum dari Yale Law School, adalah seorang jurnalis pemenang penghargaan selama tiga belas tahun di Chicago Tribune dan beberapa surat kabar lain. Ia adalah seorang skeptis rohani sampai 1981. Kini ia melayani sebagai gembala pengajar di Willow Creek Community Church di pinggir kota Chicago. Ia adalah penulis laris dari
: Inside the Mind of Unchurched Harry and Marry, What Jesus Would Say, dan God's Outrageous Claims. Lee dan istrinya, Leslie, memiliki dua orang anak yang sekarang telah menjadi mahasiswa, dan tinggal di West Dundee, Illinois.

Buku Pembuktian atas Kebenaran Kristus dapat Anda beli di toko buku Kristen maupun di toko buku umum terdekat di tempat Anda.

Judul asli: The Case for Christ
Judul terjemahan:
Pembuktian atas Kebenaran Kristus
Tebal buku:
360 halaman
Harga:
sekitar Rp40.000
,-
Penerbit (Judul terjemahan):
Gospel Press, P.O. Box. 238, Batam Center, 29432
Fa
ks. 021 - 7470 -9281



Buku Tamu
Beritahu Teman
 
PENGAJARAN
ROHANI UMUM
KESAKSIAN
MUSIK LAGU
SHARING BUKU

Sharing Buku : Visioneering

Sharing Buku : Bukan Yesus Yang Saya Kenal

Sharing Buku : Kitab Suci Yang Dibaca Yesus

Sharing Buku : Ready To Grow - Langkah-langkah Praktis Untuk Makin Mengenal Allah

Sharing Buku : Dirancang Bagi Kemuliaan

Sharing Buku : Etika Kristen

Sharing Buku : Pembuktian Atas Kebenaran Kristus

Sharing Buku : Mengenal Allah, Sebuah Perjalanan Menelusuri Alkitab

Resensi Buku: Visi Yang Membaharui

PI
SEKOLAH MINGGU
PERSEKUTUAN
 
NEWSLETTER

Dapatkan berita terbaru dari kami. Masukkan alamat email anda:

 
SEARCH

 Copyright © 2006 pemudakristen.com. All Rights Reserved. Development by Proweb Indonesia