Home Tentang Kita Artikel Hot News Link
Senin, 26 Oktober 2020  
 Sumber informasi Aktifis Pemuda Kristen
 
print
lihat komentar
kirim komentar
kirim ke teman
 
Ringkasan Seminar Refleksi Film The Passion Of The Christ
Pembicara : Pdt Dr Stephen Tong
JCC Jakarta 11 Mei 2004
Pukul 16.00 - 19.00


Pengantar

     Mel Gibson adalah seorang Katholik yang percaya Kitab Suci. Dua belas tahun yang lalu ia mempunyai ide membuat film tentang Kristus menurut yang dia imani. Film itu sekarang berjudul The Passion of The Christ. Film ini berbeda dengan yang lain karena film ini bukan untuk entertainment, film ini merefleksikan iman kristen atas satu dasar fakta sejarah.

      Beberapa film Yesus sebelumnya belum pernah melampaui apa yang telah dibuat dalam The Passion of The Christ.
  1. Film ini dipikirkan selama 12 tahun dari jiwa seseorang yang sedalam-dalamnya beriman, mau memperkenalkan apa yang ia imani sebagai fakta sejarah.
  2. Film ini bukan untuk mencari uang.
    Mel Gibson mengeluarkan uangnya sendiri sebesar 25 - 75 juta US$.
    Film ini memakai bahasa Aramic, film mana yang akan laris memakai bahasa Aramic ? Kalau ingin laris pakai bahasa Inggris.
  3. Film ini menceritakan 18 jam terakhir kehidupan Yesus sebelum mati disalib.
  4. Keakuratan yang melampaui film-film lain di dalam sengsara dan penderitaan Yesus Kristus. Passion mempunyai 2 arti, pertama emosi yang mendalam sekali, kedua sengsara.
  5. Waktu shooting, tiap hari dilakukan perjamuan kudus untuk mengingat sengsara, kematian Yesus Kristus dan untuk meminta kekuatan Tuhan.
Inilah keunikan film tersebut.

     Paus berkomentar "That is", maksudnya memang benar sengsara Yesus seperti yang digambarkan film ini. Billy Graham terharu dan menangis menyaksikan film ini. Orang Yahudi marah karena takut menambah kebencian terhadap Yahudi.

Pemimpin Yahudi membawa Yesus ke Pilatus
   
     Benarkah orang Yahudi yang membunuh Yesus?
Jawabannya ya. Jawabannya tidak.

     Bukan semua orang Yahudi yang menginginkan Yesus mati. Petrus, Paulus dan Yohanes adalah orang Yahudi, apakah mereka menginginkan Yesus mati ?
Ada orang Yahudi yang membawa Yesus ke Pilatus, tetapi ada orang Yahudi giat memberitakan Injil, kabar baik yang diajarkan Yesus.

     Namun demikian film ini harus kompromi, karena setelah Pilatus cuci tangan,  kalimat orang Yahudi "Biarlah darah-Nya ditanggung kami dan anak cucu kami" tidak dimasukkan.

     Yahudi benci Yesus karena Yesus terlalu baik. Bayangkan andaikata ada satu kantor yang semua orangnya korupsi, kemudian datang seorang pegawai baru yang tidak mau korupsi. Pegawai baru itu akan dicintai atau dibenci ?
Pegawai baru pasti akan dibenci, dikatakan sok sucilah, gobloklah dan lain sebagainya. Maka jangan heran kalau nabi dibunuh, orang baik dibenci.
Yesus menderita, karena Dia Sang Kudus, hidup di antara sang keji. Dia adalah Anak Allah, hidup di tengah-tengah anak setan.

     Sayangnya, anak yang jahil, keji dan jahat justru beragama. Yang paling berani bunuh orang, orang agama atau ateis ?  Orang agama. Orang agama bilang, "Tuhan menyertai aku, maka saya berani membunuh engkau." Agama kalau sudah rusak, akan lebih rusak daripada yang tidak percaya Tuhan. Kalau agama diperalat, lebih berani berbuat dosa daripada orang yang tidak percaya Tuhan.

     Yesus baik, suci, menolong, menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati, plus Yesus berani menegur pimpinan agama.  Pimpinan agama kurang kesempatan ditegur orang. Yesus menegur kemunafikan pemimpin-pemimpin agama, membuat mereka marah luar biasa. Mereka kalau berkhotbah tidak laku, tetapi kalau Yesus berkhotbah mengemparkan banyak orang. Ketika Yesus membangkitkan orang mati yang ketiga kali yaitu Lazarus, pemimpin-pemimpin agama bermusyawarah memusnahkan Yesus. Kalau Yesus hidup, agama/budaya Yahudi mati. Kalau Yesus mati, agama/budaya Yahudi hidup.

     Pemimpin-pemimpin Yahudi ingin membunuh Yesus, tapi bagaimana karena Hukum Musa mengatakan 'jangan membunuh'?. Kalau begitu serahkan saja kepada Pilatus supaya Pilatus yang membunuh. Inilah kemunafikan.

     Lihat percakapan Pilatus dengan pemimpin-pemimpin Yahudi:
Pilatus : "Apa yang kamu tuduhkan pada Yesus ?"
Pemimpin Yahudi : "Jikalau Dia tidak ada salah besar, tak mungkin kami bawa ke sini".
Pemimpin Yahudi tidak menjawab pertanyaan Pilatus. Pemimpin Yahudi menjawab dengan jawaban psikologis.

     Pilatus capek, jengkel karena bisanya datang ke kantor jam 8, ini pagi-pagi jam 2,3,4,5,6 harus mengurusi pengadilan Yesus. Lihat percakapan berikutnya :
Pilatus : "Adili sendiri menurut hukum agamamu"
Pemimpin Yahudi : "Kami tidak berhak membunuh".
Lho Pilatus tidak tanya kamu membunuh.
'Kami tidak berhak membunuh' berarti kamu yang berhak.
Jadi kami (pemimpin Yahudi) membawa Dia (Yesus) supaya kamu (Pilatus) yang bunuh.  Itulah agama, orang selalu tafsir agama untuk mencelakakan orang lain. Agama memperalat politik untuk melayani agama.

     Dari zaman ke zaman politik memperalat agama, agama memperalat politik.
Waktu Yesus lahir, Herodes memperalat agama untuk kepentingan politik.
Waktu Yesus mati, pemimpin Yahudi memperalat politik untuk kepentingan agama.

     Mengapa Herodes bisa menjadi raja Israel ? Herodes keturunan Esau, bukan keturunan Yakub (Israel), bukan keturunan Yehuda, bukan keturunan Daud. Dia menjadi raja, karena kerajaan Romawi menjadikannya raja atas orang Israel. Herodes berpikir orang Israel harus menerima dirinya, bagaimanakah  caranya? Herodes membuat Bait Allah yang besar, sehingga orang Israel berpikir 'Ya sudahlah toh Herodes sudah membuatkan kita Bait Allah yang besar'. Di sini Bait Allah yang dibuat Herodes menunjukkan bagaimana Herodes memperalat agama untuk kepentingan politik.

     Dalam film ini ada 3 hal yang harus dipisahkan:
  1. Bagian-bagian yang setia kepada Alkitab
  2. Bagian-bagian yang sesuai dengan tradisi sejarah Katholik
  3. Hal-hal yang mungkin tidak pernah terjadi, hanya merupakan imajinasi produser film, misalnya burung gagak yang mematok penjahat yang tidak mau bertobat.
     Dalam film ini Maria dibesar-besarkan. Waktu Petrus bertobat dia berlutut di hadapan Maria. Ini sama sekali berbeda dengan Alkitab. Manusia hanya mengaku berdosa di hadapan Tuhan, bukan di hadapan Maria.

     Perkataan Pilatus dengan istrinya dalam  film ini ketika istrinya berbicara memakai istilah kebenaran :
"Kebenaran, engkau tahu tidak, apa itu menurut aku.
Inilah kebenaran yang aku tahu,
Kaisar sudah memberikan peringatan kepada aku 2 kali :
Sudah dua kali di tanah Yudea mengalami pemberotakan, mengalami perdarahan. Kali ketiga darah yang dialirkan adalah darah kamu".

     Jadi Pilatus sudah tahu, sudah sampai pada kesempatan terakhir menjadi gubernur yang harus bertanggung jawab kepada kaisar. Kalau terjadi pendarahan/pemberontakan lagi, dia sendiri harus dibunuh. Itulah sebabnya ketika melihat pemimpin Yahudi membawa Yesus, dia takut.
Kalau aku (Pilatus) membunuh Yesus, akan terjadi pemberontakan karena seluruh tanah Yudea yang berjumlah ratusan ribu orang menganggap Yesus adalah nabi.
Tetapi kalau aku (Pilatus) tidak membunuh Yesus, maka pemimpin-pemimpin agama Yahudi akan berontak kepadaku.
Jadi kalau kalau aku bunuh Yesus aku salah, saya tidak bunuh Yesus juga salah.
Maka Pilatus merengut, tegang, tidak tahu bagaimana mengambil keputusan.

Cambukan kepada Yesus

     Akhirnya untuk jalan keluar dari kesulitan ini, Pilatus berkata "Cambuklah Dia". Film ini memakai banyak waktu untuk cambukan kepada Yesus yang tidak pernah terjadi dalam film-film lain. Alkitab  cuma mengatakan satu kalimat " "Pilatus menyuruh mencambuk Yesus".
Tetapi apa yang ditontonkan di dalam film ini benar, Yesus dicambuk sesuai dengan apa yang tercatat di dalam peraturan-peraturan kerajaan Romawi.

     Menurut orang Romawi, cambukan hanya dilakukan kepada orang yang bukan warga negara Romawi. Kalau kesalahannya lebih besar dari seharusnya dicambuk, pemberontak tersebut akan dipaku di atas kayu salib. Cambukan itu kalau kesalahannya berat dilakukan 40 kali dan bisa diulangi.
Cambukan 40 kali yang pertama pakai cambuk biasa,
cambukan 40 yang kedua ini memakai cambuk yang mempunyai cakar-cakar kaitan dari sengat besi. Sehingga setiap cambukan ke tubuh manusia semua sengat besi mencantol dalam daging. Setelah mencatol dalam daging, lalu dicabut, kemudian dicambuk kedua kalinya, dan daging-daging yang sudah kena sengat besi tadi itu, semua akan menjadi terbuka dan darah banyak yang mengalir. Dalam hal ini