Home Tentang Kita Artikel Hot News Link
Rabu, 15 Agustus 2018  
 Sumber informasi Aktifis Pemuda Kristen
 
print
lihat komentar
kirim komentar
kirim ke teman
 
Penolakan, Penyangkalan Dan Pengkhianatan

Menjelang kematian-Nya di kayu salib, Yesus masih harus menghadapi penolakan orang Yahudi (Yoh. 12:37), pengkhianatan Yudas (Yoh. 13:25), bahkan penyangkalan Petrus (Yoh. 13:38). Bukanlah suatu hal yang aneh jikalau peristiwa penolakan dan pengkhianatan dirangkaikan dengan kepedihan hati, sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 12:27 dan 13:21. Namun demikian, jika kita meneliti lebih lanjut, maka kepedihan hati Tuhan dengan sikap penolakan dan pengkhianatan, bukanlah sekedar suatu rangkaian yang lumrah. Mari kita telusuri kembali dengan singkat.

Penolakan dan pengkhianatan adalah merupakan suatu tindakan. Suatu tindakan yang tidak menghargai relasi dengan Yesus sekaligus dengan Allah (Yoh. 12:44-50). Ketika orang Yahudi menetapkan sikap menolak Yesus dengan ketidakpercayaan mereka, mereka bermaksud memutuskan relasi dengan Yesus, bahkan dengan orang-orang yang percaya kepada-Nya (Yoh. 12:42). Demikian pula ketika Yudas mengkhianati Yesus, ia meninggalkan Yesus dan rekan-rekan sepanggilannya untuk kemudian menjual gurunya (Yoh. 13:30). Keduanya mencerminkan tidak adanya lagi suatu percakapan, pergumulan dan penghargaan atas suatu relasi. Tindakan mereka seolah-olah memaksa Yesus untuk menerima keputusan mereka. Ketidakpercayaan orang Yahudi seolah-olah ingin meniadakan Yesus. Pengkhianatan Yudas seolah-olah bermaksud memaksa Yesus menuruti kemauannya, bahkan untuk mencapai maksudnya sendiri. Penolakan dan pengkhianatan seolah-olah bermaksud menjadikan Yesus pasif, tidak berdaya, dan akhirnya semata-mata menjadi korban. Bagaimana sikap Yesus kepada mereka?

Apakah semuanya ini kemudian menjadikan Yesus pasif, tidak berdaya dan kemudian masuk dalam kepedihan? Bagaimana pula sikap kita sebagai anak-anak-Nya menghadapi keaktifan orang berdosa atas kehidupan kita? Alkitab menegaskan bahwa kepedihan hati TUHAN bukanlah karena ketidakberdayaan dalam kepasifan, ataupun ketidakberdayaan menghadapi kejahatan manusia. Gema Kitab Nabi Yesaya menjelaskan hal ini (Yoh. 12:40). Demikian pula ketika Yesus menghadapi keaktifan Yudas yang mengkhianati-Nya, Yesus justru memberikan roti kepada Yudas dan berkata kepadanya, "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Yesus tidak menjadi pasif dalam keaktifan kejahatan manusia. Ia aktif, sekaligus pedih! Inilah keajaiban pekerjaan Tuhan dalam dunia ini. Aktif tidak menjadikan arogan, seolah-olah semuanya hanya sekedar sandiwara dan kitalah sutradaranya. Pedih, bukan sekedar karena merasa menjadi korban kejahatan manusia dalam ketidakberdayaan. Inilah panggilan kita dalam jaman yang semakin rumit ini.

Bagaimana Yesus menghadapi penyangkalan Petrus? Penyangkalan Petrus membawa kepedihan tersendiri bagi Tuhan. Namun rangkaiannya berbeda dengan penolakan dan pengkhianatan. Antara Yesus dan Petrus masih ada percakapan. Petrus masih bergumul dengan Tuhannya. Petrus sangat menghargai dan memelihara relasi dirinya dengan Tuhannya (Yoh. 13:9, 37). Ketika suami-istri berselisih, ketika sesama jemaat berselisih, ketika orang tua-anak berselisih, marilah kita meletakkannya dalam pergumulan dan percakapan dalam persekutuan yang telah dianugerahkan Tuhan bagi kita. Ketika kita sukar memahami pimpinan Tuhan, ketika kita tersesat, kembalilah bergumul dalam persekutuan dengan-Nya. Jangan biarkan 'percakapan' kita dengan Tuhan tersingkirkan oleh berbagai percobaan dan kelemahan diri kita. Itulah sebabnya TUHAN menegaskan kembali hukum yang baru, yaitu kasih - menjadi ciri kehidupan murid sebagaimana Yesus mengasihi kita, bahkan sampai pada kesudahannya (Yoh. 13:1, sebagai pembukaan pasal 13). Kepedihan karena kasih sangat diperlukan. Kepedihan karena kita menghargai relasi kita dengan Tuhan harus kita pelihara. Kepedihan yang mendorong kita semakin lama semakin mengalami kelimpahan kasih-Nya dalam persekutuan kita satu dengan yang lain.

Selamat mempersiapkan hati memasuki peringatan Jumat Agung, serta menerima perjamuan Tuhan, sekaligus menyambut dengan iman dan pengharapan kuasa kebangkitan-Nya.

Salam dan doa:
Pdt. Joshua Lie



Buku Tamu
Beritahu Teman
 
PENGAJARAN
ROHANI UMUM

Dua Puluh Lima Desember

The Power Of Pentecost

Penolakan, Penyangkalan Dan Pengkhianatan

Kebangkitan Yesus Kristus

Iman Atau Tingkah Laku Agama?

Mendoakan Kitab Suci

Menyanyikan Kitab Suci

On Solitude

Hidup Sederhana Dan Sedekah

On Fasting

Ringkasan Khotbah Kkr Jakarta 2003

Confession

Church Leader Spiritual Formation

Mengetahui Kehendak Allah Dan Jaminan Bimbingan Tuhan

Akibat Dosa Dalam Berpacaran

Youth Culture Toward The 21st Century

Filsafat Pelayanan

Di Tepi Jurang

Pemuda Dan Krisis Zaman

KESAKSIAN
MUSIK LAGU
SHARING BUKU
PI
SEKOLAH MINGGU
PERSEKUTUAN
 
NEWSLETTER

Dapatkan berita terbaru dari kami. Masukkan alamat email anda:

 
SEARCH

 Copyright © 2006 pemudakristen.com. All Rights Reserved. Development by Proweb Indonesia