Words: Sabine Baring-Gould, 1834 – 1924 Music: “St. Gertrude,” Arthur S. Sullivan, 1871
Reff.: Onward, Christian soldiers, Marching as to war. With the cross of Jesus Going on before!
Onward, then ye people, Join our happyy throng,Blend with ours your voices In the triumph song;Glory, laud, and honor, Unto Christ the King:This thro' countless ages Men and angels sing.
Katolik memiliki sebuah tradisi kuno seabad – mengajarkan anak-anak bahwa mereka adalah Prajurit Kristus, dipanggil untuk membela iman Kristen, berdiri tegak menghadapi musuh, bergabung bersama barisan panjang saksi-saksi Kerajaan di belakang salib, di bawah panji Kristus. Sebagai anak kelas 4, Beth sangat tenang menghadapi tantangan gereja – dan oleh peringatan yang berlebihan dari kakak perempuannya tentang kebaktian sidi yang akan dihadapinya, “Pendeta menampar engkau. Jangan kuatir tentang hal tersebut, tapi kamu harus sudah siap.” Sebenarnya, kata Beth, Pendeta hanya menepuk lembut pipinya – sebuah simbol yang mengingatkan akan tamparan, itu sendiri adalah sebuah peringatan simbolis akan halangan dan tantangan yang akan dihadapi seorang percaya. Sebagai seorang prajurit yang tenang, kata Beth, ”Saya tahu saya memiliki sebuah tugas untuk dilakukan; Saya harus mempertahankan iman saya.” Walaupun Beth bukan lagi seorang Katolik, pesan yang ditanamkan oleh pendeta tersebut tersisa hingga sekarang. Lagu pujian yang paling penting dalam hidup Beth – sampai dengan saat ini adalah “Onward, Christian Soldiers” (Maju, Laskar Kristus). Metafora militer dalam Gereja saat ini sudah ketinggalan jaman. Dan dalam jaman dengan polaritas politik yang sedemikian, seseorang mungkin disarankan untuk mempergunakan gambaran pasukan dalam Alkitab secara hati-hati, atau kita akan secara hukum dituntut atas pencurian atau perampokan yang tidak bertanggung jawab. Tetapi dipihak lain sebagai gereja – sebagai orang percaya – kita memang memiliki musuh-musuh yang akan kita perangi; mempergunakan perlengkapan dan persenjataan spiritual yang 'bukan persenjataan dari dunia' (2 Korintus 10:4), kita bukanlah berperang 'melawan darah dan daging, tetapi ... kekuatan spiritual dan roh-roh kejahatan' (Efesus 6:12). Dan kita berhasil mengajarkan dan menunjukkan kepada anak-anak kita bahwa iman Kristen adalah iman yang paradoks. Ya, kita adalah sekawanan domba yang berada di bawah pengawasan dari seorang Gembala yang baik. Pada saat yang sama kita dipanggil untuk memilih siapa yang akan kita sembah; kita dipanggil untuk menyaksikan persekutuan kita kepada Raja di atas segala raja. Saya pikir Sabine Baring-Gould, seorang pendeta gereja Anglican yang melayani di sebuah gereja pada masa awal pelayanannya – sebuah desa kecil di Horbury Bridge, Yorkshire – tentu sangat mengerti misteri yang terkandung dalamnya. Untuk anak-anak di lingkungan jemaatnya dia mengarang sebuah lagu yang meyakinkan dan nyaman “Now the Day is Over” dan sebuah lagu yang menantang “Onward, Christian Soldiers.” Baring-Gould, seorang penulis yang sangat terampil, meninggalkan kepada kita pengalaman pribadinya terhadap sebuah mars prosesi, yang pada mulanya dinyanyikan - pada bulan Mei 1864 – tidak dengan irama yang kita kenal, tetapi sebuah lagu tema yang lebih mirip dengan alunan lambat dari Symphony in D oleh Haydn. Pada suatu hari telah diatur bahwa sekolah kami akan bergabung bersama desa tetangga. Saya menginginkan agar anak-anak menyanyikan sesuatu ketika berbaris dari satu desa ke desa lain, tetapi tidak dapat memikirkan satu lagupun yang sesuai untuk hal itu, maka saya duduk di malam hari dan melanjutkan menulis suatu lagu. “Onward, Christian Soldiers” adalah hasilnya. Ini ditulis dalam tempo yang sangat singkat. Tentu saja tidak ada yang mengejutkan saya selain popularitas lagu ini. Hari tersebut adalah hari Whitsun, suatu hari Pantekosta untuk orang-orang Inggris, sebagai akibat dari cuaca yang dingin, di bagian utara Inggris, Baptisan pada hari Paskah ditunda 50 hari hinggak 'Kamis Putih', disebut demikian karena jubah putih yang dipakai oleh orang-orang yang baru bertobat. Hari raya tersebut berakhir hingga hari Senin (Whitmonday atau Whitmon). Dan di Yorkshire, hari suci tersebut merupakan hari 'prosesi saksi-saksi' Anak-anak berparade di jalan-jalan. Mengikuti seorang pemimpin yang memegang salib tinggi-tinggi, membawa panji-panji yang membuat persekutuan mereka makin nyata pada suatu komunitas luas.
Kristus, Tuan yang mulia, Memimpin melawan musuh; Maju berperang,Lihat kemana panjinya pergi!
Majulah hai kawan, Bergabung dalam barisan kami; Bergabung bersama kami suaramu Dalam sebuah nyanyian kemenangan; “Kemuliaan, pujian, dan hormat kepada Kristus sang Raja!” Sekarang dan sampai selama-lamanya Manusia dan para malaikat menyanyi… Dengan salib Yesus Majulah seperti sebelumnya.
Amazing Love, How Can It Be
Christ The Lord Is Risen Today
When I Survey The Wondrous Cross
Go Tell It On The Mountain
Angels, From The Realms Of Glory
Isaac Watts
Frances (fanny) Jane Crosby
All Hail The Power Of Jesus’ Name
The Old Rugged Cross
Christianity And Music
Amazing Grace
Great Is Thy Faithfulness
Onward, Christian Soldiers
I Am Thine, O Lord (Draw Me Nearer)
Abide With Me
Hymn Trivia
Away In A Manger
What Child Is This
O Come, O Come, Emmanuel
It Came Upon The Midnight Clear
O Holy Night
A Mighty Fortress Is Our God
Near To The Heart Of God
Dapatkan berita terbaru dari kami. Masukkan alamat email anda: