Home Tentang Kita Artikel Hot News Link
Sabtu, 21 Juli 2018  
 Sumber informasi Aktifis Pemuda Kristen
 
print
lihat komentar
kirim komentar
kirim ke teman
 
I Will Make You Fishers Of Men

Pdt. Johanes Lilik, S.Th.

Mat. 10:1-11:1

Yesus memanggil orang-orang datang kepada-Nya supaya mereka diberi kuasa. Demikian juga kita dipanggil kepada diri Yesus dan untuk Yesus, kalau kita datang kepada Yesus pasti kita diberi kuasa. Kuasa itu adalah kuasa yang pasti menang atas roh-roh jahat, atas segala penyakit dan kelemahan. Kuasa ini telah diberikan dan pasti memberi kemenangan kepada kita yang menginjili. Kuasa yang diberikan tidak sama bobotnya untuk tiap orang. Kepada yang seorang mungkin diberikan kuasa yang lebih besar dari yang lain. Jika kita hidup dalam kesucian dan ketaatan yang sungguh-sungguh terhadap panggilan Tuhan, maka kita akan hidup dalam kuasa Tuhan.

Tuhan mengenal murid-Nya satu persatu dan memberi kuasa kepada mereka, termasuk kepada Yudas Iskariot. Ini berarti, jika Saudara dapat mengusir setan, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, belum tentu Saudara pasti masuk sorga. Yesus berkata, "Bersukacitalah karena namamu terdaftar di sorga, bukan karena kamu dapat mengusir setan, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan". 

Kepada murid-murid-Nya Yesus berkata, "Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel...." (Mat 10:6). Ini adalah pelatihan pertama yang diberikan Yesus kepada murid-murid. Setelah tahap ini barulah Yesus berkata, "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku". Ketika Para Rasul belajar bertumbuh dalam iman, mereka juga diajar untuk memiliki belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang terhilang. Saya tidak setuju bahwa seseorang harus mengerti teologi, baru menginjili; tetapi sejak diselamatkan kita harus pergi memberitakan Injil. Ketika pertama kali menerima Yesus, ketika hatinya sedang terbakar oleh kuasa Tuhan, saat itu ia harus dipanggil untuk menginjili. Inilah yang dilakukan oleh perempuan Samaria, Zakheus, dan pemuda di Gerasa; setelah bertobat, mereka pergi memberitakan Firman Tuhan. Inilah yang berkenan di hadapan Tuhan, yaitu orang yang baru bertobat diberi mandat untuk menginjili dan bersaksi.

Yesus mengutus kita kepada domba-domba yang terhilang. Mungkin mereka yang ada di gereja, di gedung bioskop, di rumah ibadah, dll. Yang kita beritakan adalah Injil Kerajaan Sorga yang menuntut pertobatan. Injil membawa orang memasuki Kerajaan Sorga bila orang itu mau bertobat dan percaya. Kepada perempuan Samaria Tuhan Yesus berkata, "Jika engkau minum air yang akan Kuberikan, engkau tidak akan haus lagi..." Air itu adalah Yesus sendiri, yang akan naik ke atas kayu salib. Demikian juga kepada Nikodemus, Yesus berbicara tentang diri-Nya yang akan naik ke atas kayu salib. Inilah berita yang juga harus kita sampaikan.

Ayat 8 mengatakan, 'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan'. Penginjilan adalah peperangan rohani terhadap segala macam kuasa yang melawan kebenaran, yang harus kita lawan dengan kuasa Tuhan. Penyakit yang berasal dari murka Tuhan dapat kita usir dalam nama Tuhan Yesus. Jangan takut bila bertemu setan, karena setan pasti dapat diusir. Lebih mudah melawan setan dari pada melawan penyakit. Ayat ini juga menunjukkan bahwa kuasa yang diberikan kepada kita termasuk kuasa atas orang mati. Injil adalah Injil kemenangan atas iblis, dosa, dan maut. Saya percaya bahwa sampai hari ini kuasa itu tidak berubah. Bahkan kebangkitan orang mati pun dapat terjadi.

Dalam berperang bagi Injil, kita pasti menang. Perintah untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta dan mengusir setan-setan adalah sesuatu yang bersifat pasti, bukan mudah-mudahan. Jika menyembuhkan penyakit dan mengusir setan dapat dilakukan hingga saat ini, dengan konsistensi penafsiran ayat ini, maka membangkitkan orang mati seharusnya pun dapat dilakukan.

Ayat 9 dan 10 menyatakan bahwa dalam penginjilan tidak boleh membawa bekal. Lalu akan makan apa? Karena tidak boleh membawa apa-apa, maka mereka harus pergi dengan iman yang kokoh. Tanpa iman yang kokoh, tidak mungkin mereka dapat pergi. Demikian juga kita harus pergi menginjili dengan iman yang kokoh. Penginjilan yang kuat adalah penginjilan yang mengalir dari iman, bukan sekedar melakukan aktivitas. Paulus berkata, "Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah" (1 Kor 2:4, 5). Injil adalah kuasa Allah itu sendiri, semakin kita menyampaikan berita itu dengan iman, maka proklamasi Injil menghasilkan kuasa yang semakin besar. 

Di Amerika sedang berkembang apologetika untuk penginjilan. Kekurangannya adalah: 1. Lemahnya proklamasi Injil dan semakin bersandar pada rasio manusia untuk menaklukkan pikiran-pikiran di luar Kristus; 2. Orang dilatih untuk mengerti ajaran-ajaran sesat, tetapi tidak dilatih untuk memenangkan jiwa. Hanya dilatih untuk menyatakan bahwa: kamu salah, pikiranmu tidak masuk akal, tidak valid dan tidak memiliki dasar kebenaran; Diajar untuk mengerti skeptiksisme, atheisime dan untuk mengalahkan 'isme-isme' itu, tetapi tidak untuk memenangkan jiwa orang yang di-Injili. 

Yesus berkata, "Seorang pekerja patut mendapat upahnya...", ini berlaku jika kita setia memberitakan Injil. Selanjutnya dikatakan, "Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat" (ayat 11). Ini menunjukkan bahwa jiwa-jiwa itu sama berharga di mata Tuhan, di kota atau desa. Ayat 12 berbicara tentang penginjilan dari rumah ke rumah. Berapa banyak gereja yang mempraktekkan penginjilan dari rumah ke rumah? Ini adalah cara yang Alkitabiah. Pola penginjilan gereja mula-mula adalah penginjilan dari rumah ke rumah, dan karena itulah gereja berkembang pesat.

Gereja mula-mula mengutus orang untuk menginjili, tetapi sekarang, yang dilakukan gereja bila memiliki dana adalah membangun gereja. Terlalu sedikit uang yang dipakai untuk penginjilan. Bila suatu gedung gereja yang harganya hingga 25 milyar dijual dan hasilnya digunakan untuk membeli traktat, maka seluruh dunia dapat diinjili. Gereja mula-mula adalah homebased church, gereja berada di rumah, digembalakan oleh orang yang menginjili, bila gembala tersebut pergi menginjili ke tempat lain, yang menggembalakan adalah yang memiliki rumah itu. 

"Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu" (Ayat 13). Artinya, setiap orang yang mengabarkan Injil pasti mendapat berkat Tuhan. Jika ditolak, berkat itu langsung kembali kepada Saudara. Jika orang itu bertobat, berkatnya turun kepada orang itu, maka yang memberi berkat akan diberi berkat. Orang yang mengabarkan Injil dengan benar tidak mungkin kekurangan berkat yang tidak kelihatan. Berkat Tuhan yang menghasilkan damai sejahtera akan Saudara terima secara melimpah. Berbahagialah orang yang menginjili, karena ia akan diberkati oleh Tuhan. Ayat 14 dan 15 menyatakan bahwa orang yang menolak Kristus akan ditolak oleh Kristus, maka penghakiman pasti akan turun atas orang itu. Berita Injil mengandung kuasa yang menyelamatkan orang yang percaya dan juga menghukum orang yang tidak percaya. Injil tidak pernah kembali dengan sia-sia. 

Ayat 16 menyatakan bahwa pengutusan untuk memberitakan Injil adalah pengutusan yang berbahaya dan mengandung resiko yang paling besar - domba diutus ke tengah serigala, bukan serigala ke tengah domba. Kita diutus dengan penyertaan dan kuasa Roh Kudus yang tidak kelihatan. Saya heran bila ada orang yang menginjili, namun tidak merasakan ancaman bahaya. Orang yang menginjili jiwanya diancam oleh Iblis, dengan tujuan supaya ia tidak menginjili lagi. Setan memiliki 1001 cara untuk membuat orang tidak menginjili, misalnya dibuat sakit, dll. Kita diutus bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk masuk ke dalam peperangan yang paling mengerikan. Itu sebabnya dikatakan bahwa kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Ular tidak pernah panik bila bertemu musuh, ia langsung menghadapkan mukanya dan mengamati gerakan musuh, ia tenang sekali dan ia tahu di mana ada bahaya. 

Yesus berjanji, "Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman". Penyertaan Tuhan hingga akhir zaman bukan untuk semua orang Kristen, tetapi hanya untuk yang pergi memberitakan Injil. Kalau belum waktunya untuk dipukuli, ia tak akan dipukuli. Yesus berkata, "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka" (Ayat 28). Ayat ini berbicara mengenai ketaatan kita dalam menginjili. Kuasa Tuhan akan mengalir dengan kuat jikalau kita taat pada perintah Tuhan.

Dalam menginjili kita benar-benar seperti domba di tengah serigala, iblis dapat menghasut sehingga situasi menjadi sulit. Bila kita dipenjara, jangan berikan uang sogok untuk dapat keluar dari sana. Ayat 18, "Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah". Ketika ditangkap Paulus tidak mau memberi uang sogok, sehingga ia tetap ditahan dan akhirnya ia dapat berhadapan dengan Raja Agripa untuk memberitakan Injil. Bila Saudara menyogok, maka ketika Saudara menginjili orang itu, ia pasti tidak akan mau menerima Injil.

Ayat 19, "Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga". Wujud terindah dari kesaksian adalah dalam saat-saat paling berbahaya dan paling genting. Dalam keadaan paling sukar justru kesempatan bersaksi paling bagus dan kuasa kesaksian akan menjadi seperti suatu dinamit yang besar. Ketika Petrus menderita paling hebat, saat itu menjadi kesaksian yang paling besar. Ketika Paulus dipenjara, banyak orang bertobat melihat penderitaan Paulus. 

Untuk apa kita hidup? Bukan untuk kenyamanan, tujuan kita bukan hidup yang nyaman dan tanpa persoalan,. Tetapi tujuan kita adalah bersaksi dalam segala situasi. Kalau Saudara dapat bersaksi dengan kata-kata yang berasal dari Allah, maka berbahagialah Saudara. Maukah Saudara dijadikan alat kesaksian demi nama Yesus? Jangan melarikan diri sekalipun ada bahaya. 
Ayat 22, "Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku". Dalam menginjili mungkin suatu hari kita akan dianggap sebagai penyesat, bukan saja oleh orang-orang di luar Kristus, mungkin juga oleh orang-orang Kristen. Yesus berkata, "Seorang murid tidak lebih daripada gurunya" (Ayat 24). Kita tidak akan menderita lebih dari Yesus. Ketika murid-murid dalam Kisah Para Rasul mengalami aniaya, dikatakan bahwa itu adalah untuk menggenapkan apa yang telah ditetapkan Allah sejak dari kekekalan. Orang banyak bisa dihasut oleh Iblis, sehingga situasi berbalik seketika dan menyerang kita. Tulus seperti merpati berarti kita selalu mau mencari kehendak Tuhan, bersandar dan berserah penuh kepada-Nya dalam segala situasi. Kita harus rela disalah mengerti, dianggap sesat oleh gereja sekalipun. 

Ayat 26-28 berbicara tentang takut yang benar dan yang salah. Takut yang salah adalah: 1. Takut terhadap orang; 2. Takut difitnah; 3. Takut memberitakan Injil dengan berani. Jangan berhenti menginjili ketika Saudara difitnah, karena tidak ada sesuatu yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Saudara harus berani memberitakan Injil dengan terus terang. Jangan takut kepada manusia, jangan takut difitnah, beritakan dengan berani. 

Ayat 32 dan 33: "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga". Tidak boleh ada rasa malu bersaksi bagi Yesus. Mengapa malu? Karena Saudara merasa direndahkan kalau Saudara mengenal Yesus. Kalau Saudara malu, Yesus pun akan malu bersaksi tentang Saudara. Kita harus belajar untuk tebal muka demi Yesus. Dalam bersaksi orang Kristen harus punya kulit badak, seperti Paulus. Ini sulit. Paulus tetap tenang sekalipun dipermalukan. 

Paulus tidak pernah malu, terus bersaksi walaupun dihina. 
Pada zaman ini dibutuhkan orang yang tidak pernah malu demi nama Yesus. Saudara harus berani malu, berani dianggap gila, berani dianggap sebagai Beelzebul, berani sengsara demi nama Yesus. Adakah tentara yang lebih dahsyat dan dilatih lebih keras dari tentara Kerajaan Allah? Kepada Yehezkiel dikatakan, "Engkau diutus kepada bangsa yang tegar tengkuk, tetapi Aku akan mengeraskan engkau lebih keras dari mereka semua". Tuhan menghendaki kita untuk menjadi terang bagi seluruh dunia, menjadi garam dunia. Di seluruh dunia tidak ada penggemblengan yang lebih dahsyat dari penggemblengan penjala manusia. Dalam melayani Tuhan ada harga yang harus dibayar. Jika kita malu mengakui Yesus, Yesus pun akan malu mengakui kita.

Yesus berkata, "Mari ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia". Maukah Saudara dibentuk Tuhan menjadi penjala manusia? Maukah Saudara mengalami kesulitan-kesulitan yang mungkin tidak pernah Saudara bayangkan? Berdoalah kepada Allah, "Khususkan saya menjadi penjala manusia yang dibentuk oleh kuasa-Mu. Saya rela Tuhan". Maukah saudara berdoa demikian?

(Isi artikel ini belum dikoreksi oleh Pdt. Johanes Lilik, S.Th.
)



Buku Tamu
Beritahu Teman
 
PENGAJARAN
ROHANI UMUM
KESAKSIAN
MUSIK LAGU
SHARING BUKU
PI

Keselamatan Hanya Di Dalam Kristus

Penginjilan Pribadi, Apologet Justin Martir

Sharing Gospel With Biblical Imagery

Tak Terlupakan

I Will Make You Fishers Of Men

Seorang Setiap Hari

Setiap Orang Kristen Sebagi Saksi

Peserta Itu Mantan Pembunuh

Badut Sirkus

Kuasa & Kepenuhan Roh Kudus Dalam Penginjilan

SEKOLAH MINGGU
PERSEKUTUAN
 
NEWSLETTER

Dapatkan berita terbaru dari kami. Masukkan alamat email anda:

 
SEARCH

 Copyright © 2006 pemudakristen.com. All Rights Reserved. Development by Proweb Indonesia